Tampilkan postingan dengan label Tips n Tricks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips n Tricks. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

3 Kawasan Penginapan Murah di Jogja

Tentunya seorang pendaki gunung tak hanya menginap di alam terbuka saja,  ketika berkunjung ke kota dan tak mempunyai kenalan atau kerabat maka penginapan yang terjangkau bisa menjadi alternatif untuk beristirahat.

Jogja merupakan salah satu kota yang sering dikunjungi apabila mendaki gunung Merapi, Merbabu, Lawu dan gunung terdekat lainnya. Inilah 3 tempat yang bisa dijadikan referensi untuk menginap di kota Jogja.

1. Prawirotaman

Prawirotaman merupakan sebuah kampung yang memiliki sederet penginapan terjangkau. Lokasinya sekitar 5 km dari pusat Kota Yogyakarta. Kawasan ini juga sering disebut dengan Kampung Internasional.
Penginapan di kawasan ini cukup bervariatif. Anda bisa menyewa kamar mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 300.000. Tentu saja, masing - masing kamar memiliki fasilitas yang berbeda.

Selain itu, di sepanjang jalan juga berjejer cafe, toko buku, pasar tradisional, art shop, dan sebuah batu tulis yang tentunya bisa menjadi alternatif wisata.


2. Sosrowijayan
Kampung turis Sosrowijayan merupakan kawasan penginapan terkenal kedua setelah Prawirotaman. Letaknya berada persis di pusat Kota Yogyakarta, sekitar 200 meter dari Stasiun Tugu ke arah barat.





Kampung ini menjadi dua bagian, Sosrowijayan Kulon dan Sosrowiyajan Wetan yang menjadi kawasan penginapan murah. Harga dan fasilitas penginapan juga tidak berbeda jauh dengan Kampung Prawirotaman.

Asyiknya, kampung ini memberikan akses yang sangat mudah ke tempat surga belanja di Yogyakarta, yaitu Malioboro. Di sepanjang jalan juga berderet sentra pembuatan bakpia pathuk, toko oleh - oleh, dan tempat kursus batik.

3. Sosrokusuman
Kawasan ini merupakan perpaduan dari kawasan kampung yang bersebelahan dengan nuansa kota metropolitan. Letaknya persis bersebelahan dengan Malioboro Mall.





Masuk ke kampung dengan banyak penginapan ini Anda akan disambut dengan gapura sederhana yang bertuliskan Sosrokusuman. Penginapannya juga sangat nyaman dengan harga terjangkau. Kebanyakan tidak lebih dari Rp 250.000 per malam.

Sama seperti kampung turis sebelumnya, di sepanjang jalan Anda bisa dengan mudah menemukan kios-kios makanan dan oleh - oleh. Uniknya lagi kampung ini hampir dipenuhi dengan seni Mural yang pastinya memberi suasana yang berbeda.

Jika Anda bingung dengan letak ketiga kampung turis tersebut, Anda bisa menggunakan jasa pengayuh becak. selain bisa bersantai menikmati suasana kota dan harganya yang terjangkau, para pengayuh becak biasanya bercerita tentang sejarah yang dilewatinya.

Akan tetapi, ada beberapa oknum pengayuh becak yang memberikan tarif sangat murah, namun memaksa Anda harus membeli cendera mata di sebuah toko. Berhati - hati dan cermat memilih adalah kunci agar terhindar dari sikap curang oknum tersebut.

Nah, jika Anda mengunjugi Yogyakarta dan bingung mencari penginapan murah yang strategis, Kampung Prawirotaman, Kampung Sosrowijayan, dan Kampung Sosrokusuman sepertinya bisa menjadi jawabannya. Selamat datang di Yogyakarta! sumber

Kamis, 05 Mei 2011

Jenis-jenis Gunung dan Tingkat Kesulitan Pendakiannya

Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2, yaitu gunung berapi/aktif dan tidak aktif. Berdasar bentuknya dibagi menjadi :
                     

1. Gunung berapi perisai (Gunung berapi lava) = seperti perisai
2. Gunung berapi strato
3. Gunung berapi maar = Gunung berapi yang meletus sekali dan segala aktivitas vulkanisme terhenti, yang tinggal hanya kawahnya saja.

Macam dan tingkat pendakian gunung macam pendakian, yaitu pendakian gunung bersalju (es) dan gunung batu. Keduanya membutuhkan persiapan dan perlengkapan yang matang. Menurut Club “Mountaineers”, Seatle Washington, dasar pembagian tingkat pendakian ada dua cara.
1. Berdasar penggunaan alat teknis yang dipakai ( class)

class 1 ; lintas alam tanpa bantuan tangan
class 2 ; dibutuhkan bantuan tangan
class 3 ; pendakian yang mudah memerlukan kaki dan tangan dalam mendaki, tali mungkin dibutuhkan oleh 
              pemula
class 4 ; pendakian memerlukan tali pengaman
class 5 ; dibutuhkan tali dan pengaman peralatan lain seperti : piton, runner, chocks dll
class 6 ; mendaki dengan tali dengan peralatan bantuan sepenuhnya berpijak diatas paku tebing, memanjat
              rantai sling atau mengunakan stirupss

Pendakian class 4 masuk dalam katagori scrembling [Mendaki dengan cara mempergunakan badan sebagai keseimbangan serta tangan untuk berpegangan dengan medan yang miring sampai 45 derajat] dan class 5 – 6 sudah dapat dikategorikan sebagai climbing [panjat]. Dimana class 5 merupakan free-climbing [Pemanjatan dengan tanpa menggunakan alat tehnis untuk menambah ketinggian, alat hanya sebagai pengaman saja ] dan class 6 adalah artificial climbing [Pemanjatan dengan menggunakan alat tehnis sebagai pembantu menambah ketinggian, misalnya dipijak atau disentak dan dipegang ]. Apa bila dilakukan di gunung batu / cadas disebut rock climbing dan bila dilakukan di gunung es disebut dengan snow and ice climbing .

2. Berdasar lama waktu akibat sukarnya pendakian dalam medan pendakian (grade)
  • grade I, bagian yang sukar dapat ditempuh dalam beberapa jam
  • grade II, bagian yang sukar ditempuh dalam setengah hari
  • grade III, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh
  • grade IV, bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh dan memerlukan bantuan lereng-lereng sempit untuk bisa naik
  • grade V, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 1,5-2,5 hari
  • grade VI, bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 2 hari atau lebih dan dengan banyak sekali kesulitan
3. Berdasarkan tingkat keamanan pemanjat dari kemampuan alat yang digunakan
  • A1 ;aman sekali, peralatan yang dipasang dan digunakan dapat diandalkan untuk menjaga keselamatan pendaki
  • A2 ;aman, jikapun terjadi masalah, alat masih dapat diandalkan untuk mencegah akibat yang lebih fatal [misalnya jatuh tidak sampai kedasar]
  • A3 ;penggunan alat pengaman cukup aman tetapi tidak dapat diandalkan untuk menjaga resiko jatuh, kecuali dengan pemasangan yang sangat teliti dan fall-faktor yang tidak terlalu berbeban tinggi. Bila fall faktor tinggi, maka alat-alat akan copot dan pendaki bisa menerima akibat fatal
  • A4 ;pengaman yang digunakan tidak dapat diharapkan untuk dapat menahan beban jatuh, cenderung hanya sebagai pengaman psykologis untuk menguatkan mental pendaki
4. Berdasarkan tingkat kesulitan [difficult] medan pendakian
 
Tingkatan pedakian dengan dasar perhitungan ini bisa disebut juga dengan Yossemite Decimal System [YDS]. Peng-katagorian berasal dari USA dan saat ini banyak digunakan untuk menentukan grade kesulitan panjat tebing. Oleh karena itu YDS dimulai dengan grade 5 dan seterusnya. Pengkategorian demikian biasanya digunakan untuk jenis pendakian free-climbing atau free-soloing [Memanjat sendiri tanpa alat bantu dan pengaman apapun, biasanya pada jalur pendek]

Anehnya YDS sendiri menyalahi kaidah matematis penghitungan decimal, dimana misalnya suatu jalur mempunyai ketinggian 5,9 [lima point sembilan] lalu grade selanjutnya menjadi 5.10 [lima point sepuluh]. Peng-angka-an ini menjadi “aneh” akibat grade 5.9 lebih rendah dibanding dengan 5.10, padahal dalam matematika sebaliknya.

YDS sendiri diawali dengan grade 5.8 atau 5.9, selanjutnya 5.10, 5.11, 5.12, 5.13 dan 5.14. Sampai saat ini tidak ada grade melebihi 5.14.

Perkembangan keanehan peng-angka-an decimal ini menurut beberapa diskusi kegiatan pendakian dan panjat tebing akibat kesalahan memprediksikan kemampuan pendakian pada saat system YDS dipublikasikan. Dimana pada saat itu diperkirakan kemampuan pendakian / panjat hanya sampai grade 5.9. Padahal dalam kemudian berkembangan kemampuan pendakian / pemanjatan yang lebih mutakhir dan luar bisa.

Bahkan saking sulitnya menentukan dengan hanya angka-angka decimal yang terbatas, seiring dengan banyaknya jalur pendakian/pemanjatan yang dibuat oleh kalangan pemanjat, maka grade decimalpun ditambahkan dibelangkannya dengan alfhabet.

Contoh; 5.12a, 5.13 d atau 5.14 c

Memang sampai saat sekarang barangkali hanya ada beberapa jalur yang dibuat manusia dengan grade 5.14, itupun terbatas pada jalur-jalur pendek.

Secara umum grading dengan YDS dapat dijelaskan sebagai berikut :
  • 5.8 ; jalur yang ditempuh mudah, grip [pegangan] sangat bisa digunakan oleh bagian tubuh yang ada untuk menambah ketinggian
  • 5.9 ; jalur yang ditempuh dengan metode 3 bertahan 1 mencari
  • 5.10 ; jalur yang ditempuh dengan metode 3 bertahan 1 mencari, hanya saja perlu keseimbangan [balance] yang baik
  • 5.11 ; dapat bertahan pada 2 atau 3 grip dengan satu diantaranya sangat minim dan perlu keseimbangan. Jalur hang hampir bisa dipastikan memiliki grade demikian.
  • 5.12 ; terdapat 2 dari 2 kaki dan 2 tangan yang dapat digunakan untuk menambah ketinggian. Dengan kondisi grip yang kecil di satu bagiannya atau paling tidak sama
  • 5.13 ; hanya 1 dari diantara 2 kaki dan 2 tangan yang dapat digunakan untuk menambah ketinggian, itupun dengan grip yang sangat minim.
  • 5.14 ; “mulus seperti kaca”, tidak mungkin terpikirkan untuk dapat dibuat jalur pendakian/pemanjatan

Kamis, 21 April 2011

Trik dalam Sebuah Ekspedisi Petualangan

1.Aklimitasi Tubuh (penyesuaian dengan suhu sekitar)
2.Berjalan dengan langkah kecil,tumit menyentuh tanah duluan..
3.beristirahat jangan lama2,ntar kaku karena dingin.
4.duduk istrahat dengan kaki selonjor.
5.Jangan beristirahat di tempat berangin,karena capek bisa masuk angin.
6.Rencanakan perjalanan dengan peta dan pahami medan (Orientasi medan)
7.Bila harus membuka jalan,gunakan kemampuan Navigasi dengan baik dan benar.
8.Ikuti lintasan yang jelas,terbuka,dll (ada sampah,artinya ada pendaki yg pernah lewat)
9.Berjalan Zigzag pada medan yang agak curam.
10.Jangan berpisah pada rombongan.
11.Hindari langkah berat dan menghentak saat turun.
12.Berlari akan menyenangkan saat turun,tapi berbahaya maka berhati-hatilah.
13.Perlengkapan Safety Procedure,ada Survival kit dan First aid kit.
14.Jangan dirikan Tenda di tempat berangin,pinggir sungai,dan lembah jika keadaan tidak darurat.
15.Tinggalkan pesan kemana kita pergi dan kapan kembali.
16.Bawa Logistik lebih,dari pada kekurangan.
17.Jangan mendaki tanpa seorang yang berpengalaman.
18.PREPARE THE BEST FOR THE WORST
20.Bercengkrama dengan penduduk setempat,menghargainya..dapat menambah ilmu pengetahuan yang tidak kita dapat dari Edukasi Sekolah ataupun Perguruan tinggi.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6280021 dengan sedikit perubahan

Minggu, 03 April 2011

TEKNIK SURVIVAL HUTAN

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Teknik survival adalah bagian dari tahap yang mempunyai pokok bahasan :
  1. PERSIAPAN PERJALANAN DAN KESEHATAN PERJALANAN.
  2. BOTANI DAN ZOOLOGI PRAKTIS.
  3. PIONEERING, meliputi : navigasi, mountaineering, tali temali/jerat, pengetahuan medan, bivak, mencari air, membuat api, komunikasi lapangan, membaca jejak, manaksir jarak dan ketinggian.
Namun penerapannya dipengaruhi oleh faktor-faktor :
  1. Subyektif (jasmani rohani).
  2. Proses pelaksanaannya.
  3. Obyektif (kondisi lingkungan/medan).
  4. Faktor pendukung (sarana danprasarana kegiatan).

Definisi umum :
Survival itu apa yach? Ada yang tau ga’? yup betul survival adalah suatu usaha dalam keadaan darurat alias kepepet untuk mempertahankan diri dari ancaman lingkungan agar terus dapat mempertahankan hidup dan melanjutkan kegiatan/tugas yang sedang dilaksanakannya. Intinya berusaha untuk hidup dengan kondisi apa adanya.

Definisi khusus :
Bagi para petugas SAR, survival adalah usaha dalam keadaan terbatas untuk mengolah kebutuhan pendukung SAR secara maksimal dengan memanfaatkan factor alam yang ada disekitarnya sehingga kegiatan operasi SAR masih terlaksana.
Keadaan darurat/terbatas ini meliputi :
  1. Kesehatan jasmani dan rohani
contoh  : tegangan emosi, ketakutan, kesepian, tertekan, putus asa, putus cinta (yee….) dan terasing, kecelakaan, luka.
  1. Tersesat.
  2. Kondisi medan yang berat.
  3. Terbatasnya perlengkapan.
  4. Bahan makanan terbatas.

Jadi memang teknik survival hutan perlu disegarkan kembali agar permasalahan yang kurang dalam hal kemampuan, pengetahuan dan perlengkapan bisa diatasi dengan perencanaan, persiapan dan latihan sehingga dalam praktek yang sesungguhnya tidak menjadi persoalan baru yang lain selain operasi SAR itu sendiri.
Pembahasan ruang lingkup dibatasi, meliputi pemahaman :
  1.  Mampu mempraktekkan pengetahuan yang sesuai untuk kegiatan/tugas yang dikerjakan.
  2. Pengembangan teknis dan system pengelolaan survival.
  3. Peralatan survival yang tepat.

Pada prakteknya semua keadaan darurat yang terjadi dalam mengatasinya melalui tahap/tindakan :
  1. Menilai kesehatan secara keseluruhan dari tim.
  2. Melakukan komunakasi bila mungkin, agar keadaan darurat tidak berlarut-larut dan yang sakit dapat segera ditolong.
  3. Membuat perlindungan sementara dan perlengkapannya.
  4. Istirahat untuk mengembalikan kondisi.
  5. Evaluasi :          - menilai permasalahan yang sudah, sedang dan akan terjadi
- mencari sebab timbulnya keadaan darurat
- penentuan lokasi untuk pengelolaan keadaan darurat
- menyusun daftar makanan, air dan alat yang masih tersisa
- membagi tugas

AIR
Kebutuhan Air
Untuk kondisi manusia dapat hidup tanpa air dalam keadaan tubuh sehat maksimal selama empat hari. Akan mati 8-12 hari. Apa benar?kalau ga’ percaya buktikan sendiri.OK!. Bila ada air tetapi tak ada makanan, orang akan bertahan selama 3 minggu. Sedang kebutuhan dasar air pada manusia minimal 2,5 liter perhari. Naik turunnya kebutuhan air tergantung pada aktivitas kegiatan dan makanan yang dimakan, juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca atau alam.

Syarat Mutu Air
Air yang dikonsumsi manusia ideal harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Syarat Fisik
Tak berbau, tak berasa, tak berwarna dan sejuk (dibawah suhu sekitar), jernih (kekeruhan 1mg/liter SiO2.
  1. Syarat Bakteriologi
-         Angka kuman 1 cc kurang dari 100 cc air.
-         Bakteri coli tak ada dalam 100 cc air.
  1. Syarat Chemis
-         Zat yang ada kurang dari 100 mg/liter
-         Zat organic kurang dari 10 mg/liter
-         Mengandung fluor dan yodium
-         Tak boleh mengandung gas H2S, NH4, NO3 kurang dari 20 mg/liter, NO2
Dalam praktek, persyaratan diatas yang paling mudah dipenuhi adalah syarat fisik, kemudian air dimasak (melalui proses penjernihan dan sterilisasi dengan obat), air langsung dapat diminum.

Macam Air
Mutu tingkat air dimulai dari kandungan zat-zat didalamnya
  1. Air terkontaminasi (CONTAMINATED WATER)
yaitu air yang mengandung racun, unsur kimia biologi, radiology (kibira) atau jasad renik yang dapat menimbulkan sakit.
  1. Air kotor terpolusi (POLLUTED WATER)
yaitu air yang mengandung bahan sampah, Lumpur atau limbah. Tak bisa dipakai karena tidak memenuhi syarat fisik.
  1. Air yang dapat dipakai (PORTABLE WATER)
yaitu air yang bebas kibira, racun dan organisme. Walau rasa kurang enak, sesudah dimasak bisa diminum
  1. Air nyaman (PALATABLE WATER)
yaitu air yang enak dan segar diminum.

Penjernihan Air
Supaya air menjadi “palatable water” tahap-tahapnya :
  1. Sedimentasi
yaitu air didiamkan sampai kotoran mengendap sendiri atau dicampur AlOH.
  1. Koagulasi
yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2, NH4. non alkali sama dengan Na2SO4.
  1. Filtrasi
yaitu untuk menjernihkan air dengan pasir atau saringan diatomis.
  1. Sterilisasi
yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara :
-         Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter  air selama 10 menit
-         KMnO4 (kalium permanganate)
-         Tablet halozone (untuk penjernih air)
-         Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.
  1. Untuk penghilang bau, warna, racun, adalh dengan karbon aktif seperti : norit, aqua nuchar, hidro darco

Sumber Air
  1. Air yang tidak perlu dimurnikan/palatable water
-         Air bron/mata air
-         Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air
-         Air dari tanaman :         * kelapa, kaktus dipotong diperas
* liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung
* palmae diambil niranya
* ruas bambu, bonggol pisang, lumut
-     Air tampungan dari embun
  1. Air yang dimurnikan
-         Air berlumpur
-         Air yang tidak memenuhi syarat fisik.

Pencarian Air
  1. Pada tanah berbatu
-         Cari mata air pada daerah karst
-         Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
-         Pada daerah granit cari pinggir bukit  berumput paling hijau.
  1. Pada tanah gembur
-         Cari pada daerah lembah atau lereng.
-         Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.
  1. Di pegunungan
-         Digali bekas aliran sungai pada kelokan sebelah luar.
-         Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.
  1. Dari tumbuh-tumbuhan.
  2. Menampung embun.

Selasa, 20 Oktober 2009

THE TYPE OF HIKING BACKPACK


As there is various choices which available to hiking journey, there are some type backpacks available to your journey. You are hiking ransel can vary in measure, form, matter, and style. There is various fitur which you can look for also. Requirement increase of will assist you to determine type ransel which you wishs. Chooses functional ransel with correct fitur for hiking journey can provide pleasing experience. Eats stripper time to comprehend and looks for you choice. If You did it, you can choose best ransel type for you.


Type

There is various types hiking backpacks. Each according to specific-purpose. Day pack voice what they want. There is small of backpacks addressed for day gambol. Shoulder straps often the only available at day straps packaging. Bigger packaging of May fitur strap shaped string chest or hip, but this which more common larger ones at type backpacks. Mid of measure pack, also is conceived of last night packaging, which suited for multi-hari gambol which only require a few equipmentses. Expedition backpacks biggest packaging and can bring enough supplies for a few last month. expedition of Packaging will have hip belt that heavily from shoulder, and lumbar pad to protect against this thorn added stres.


Function

When hiking, of vital importance for you ransel can function carefully. This thing requires balmy as according to a minimum of spastic at shoulder and back. All backpacks there are shoulder straps, but rather big wide packaging have to be more, heavier of padded straps. Beside shoulder straps, you also wishs chest to gird bigger backpacks to take care of shoulder withdraws from back. J hip other important belt is fitur at weight backpacks. This thing will assist removes weight from your shoulder downwards towards emphasis. J frame sheet covers package backside also useful. This will prevent big of item in packaging from poking rear.


Fiture

Hiking available backpacks with a few fitur which is possible suited for you are hike. One of fitur that need to be considered is availibility of external mind and sack;bag. Considers does you require for equipments of package and the best way to arrange it. Outside sack;bag is ideal for item which you wish to get swiftly and easy. Inner sack;bag, temporary, the rest would you still natty is dissociated. If you will bring goods which must be placed outside ransel, equipments of eksternal straps rope shaped bungee and will serve this purpose. This thing is good for item like ice ax and crampons. useful other Fitur is system hydration. This built differently in so many packaging, but usually entangles special pocket for urinary bladder water with puncture to drink tube.


Measure

Capacities each ransel will be measured in cubic inch of space. Typical of day package will shift 500-2, 000 cubic inches. Mid of packaging measure earns as big as 4, 000 cubic inches. Thing bigger than 4, 000 cubic of inch is assumed [by] an expedition of package. For every hiking, you wishs you are permanent like light and small ransel possibly. You would always must figure in a lot is important like food and water. But, for gambol again, be of vital importance to cut below(under every insignificant item. To walk for several month, an expedition packaged is possible surely happened. For one day walks, not necessarily encumber ownself with interest from type ransel. If You will bring more than 20 pounds, internal framed very useful. This thing will assist to distribute flattens heavy burden. For small backpacks, either internal and also eksternal frame can cooperate carefully and most of preferensi person. Backpacks without best frame for activity besides hiking like run and cycling.


Consideration

If you only happened at day a real brief walked, you may like to consider various packaging types entirely. Hip pack, waist and packaging packaging backside of all falls into category that is is rather differs in from traditional backpack. This would continuously decrease, but they rest at elbow you are kurfa backbone. This packaging will cause very few, if is exist, spastic. Other choice was just gettingly hydration pack. This consisted of " ball." Which you water would continuously, and drinks tube. But, because you would hardly requires pasokan at a few brief days walked, you may like to consider with interest small ransel recreation like camera, guide-book or journal.